Jadilah diri sendiri; Diri orang lain sudah ada yang memiliki.
— Oscar Wilde.
Inilah pos pertama di blog baru saya. Saya baru saja memulai blog baru ini, jadi ikuti terus untuk melihat konten lainnya. Berlangganan di bawah untuk mendapatkan pemberitahuan ketika saya mengeposkan pembaruan terbaru.
Mencukur bulu kemaluan termasuk salah satu rutinitas yang baik untuk merawat kebersihan area kelamin. Namun, jangan sampai asal-asalan cara mencukurnya. Bukannya terasa lebih bersih, teknik cukuran yang salah justru membuat kulit kelamin Anda nantinya rentan mengalami iritasi. Nah supaya hasilnya maksimal, pria wajib simak cara mencukur bulu kemaluan yang benar berikut ini.
Persiapan sebelum cukur bulu kemaluan
Sebelum membahas cara mencukur bulu kemaluan pria, sebaiknya Anda mempersiapkan terlebih dulu “amunisi” perangnya. Ingat, area genital sangat sensitif. Jadi, Anda tak boleh asal ketika mencukur bulu-bulu halus yang ada di sana. Anda butuh persiapan khusus sekaligus ketelitian yang tinggi supaya proses cukuran tidak memicu iritasi kulit.
Berikut beberapa hal yang dibutuhkan untuk mencukur bulu kemaluan pria.
Gunting kecil yang sudah disterilkan dengan alkohol
Alat cukur yang bentuk kepalanya berlekuk (pivoting razor)
Krim atau gel cukur
Losion pelembap atau baby oil
Kaca
Guna mengurangi risiko infeksi bakteri atau jamur, ada baiknya Anda membedakan alat cukur untuk rambut kemaluan dengan rambut tubuh lainnya.
Cara mencukur bulu kemaluan pria
Berikut beberapa cara mencukur bulu kemaluan yang perlu disimak baik-baik oleh para pria.
1. Pangkas rambut dengan gunting kecil
Bila rambut kemaluan Anda cukup panjang, pangkas dulu sedikit-sedikit menggunakan gunting kecil tapi tidak usah sampai habis.
Sisakan panjang rambut sekitar 1-2 sentimeter untuk memudahkan proses bercukur dan mencegah rambut tumbuh ke dalam (ingrown hair)
2. Kompres air hangat
Setelah rambut dipangkas cukup pendek, perhatikan cara mencukur bulu kemaluan pria selanjutnya.
Anda disarankan untuk mengompres dulu bagian kulit yang baru saja dipangkas dengan waslap lembap yang direndam air hangat. Diamkan kompres di area tersebut selama beberapa menit untuk melemaskan batang rambut dan meluruhkan segala minyak dan kotoran yang menempel di sana.
Cara ini juga efektif untuk mempermudah proses bercukur dan menghindari luka gores.
3. Oleskan krim atau gel cukur
Selesai mengompres, keringkan area kemaluan dengan handuk bersih lalu oleskan sedikit krim atau gel cukur menggunakan kuas.
Oleskan krim atau gel cukur dengan gerakan melingkar untuk mengangkat rambut-rambut halus. Dengan begitu, pisau cukur dapat meluncur lebih mudah dan tidak akan menyeret kulit Anda.
Anda bisa membeli krim atau gel cukur di swalayan atau apotek. Pilihlah krim atau gel cukur yang tidak mengandung pewangi tambahan (parfum). Produk perawatan diri yang ditambahkan pewangi biasanya dapat memicu iritasi kulit.
4. Mulai cukuran
Sebelum cukuran, pastikan alat cukur yang Anda gunakan baru dan tajam. Hindari menggunakan alat cukur yang tumpul atau bahkan yang sudah berkarat agar tidak mengiritasi kulit.
Proses pencukuran di tahap ini butuh kesabaran dan konsentrasi tingkat tinggi supaya pisau cukur tidak justru melukai kulit. Cara mudahnya: berdiri menghadap kaca dan tarik lembut kulit kelamin di area yang ingin dicukur dengan tangan non-dominan Anda (yang tidak mengoperasikan pisau).
Gerakkan alat cukur searah dengan lajur pertumbuhan rambut, jangan melawan arus. Anda tak perlu menekan alat cukur terlalu keras. Cukup luncurkan alat cukur secara perlahan seperti sedang mengusap.
Selalu bilas bersih alat cukur Anda setiap kali selesai satu “tarikan” dan sebelum memulai kembali.
5. Bilas bersih area kelamin
Jika menurut Anda hasilnya sudah memuaskan, kini waktunya Anda membilas area tersebut dengan air bersih.
Periksa lagi keseluruhan area kelamin Anda untuk memastikan tidak ada sisa-sisa krim cukur atau potongan bulu halus yang tertinggal. Selain menyebabkan gatal, hal tersebut juga dapat memicu iritasi.
Setelah dibilas bersih, lap menggunakan handuk bersih dan lembut sampai kering. Jangan digosok!
6. Oleskan baby oil atau pelembap
Supaya tidak merasa gatal setelah cukuran, Anda bisa mengoleskan baby oil atau pelembap yang mengandung lidah buaya.
Bila memungkinkan, Anda juga bisa menggunakan gel lidah buaya segar. Lidah buaya memberikan sensasi menenangkan di kulit sehingga efektif untuk mengurangi rasa gatal sehabis cukuran.
Ini adalah contoh pos yang aslinya dipublikasikan sebagai bagian dari Blogging University. Ikuti salah satu dari sepuluh program kami, dan mulai buat blog dengan tepat.
Anda akan memublikasikan pos hari ini. Jangan khawatir dengan tampilan blog Anda. Jangan khawatir jika Anda belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol “Pos Baru”, dan beri tahu kami apa yang ingin Anda lakukan di sini.
Mengapa harus melakukannya?
Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokus Anda? Mengapa mereka harus membaca blog Anda?
Karena ini akan membantu Anda fokus pada gagasan Anda sendiri mengenai blog ini dan yang ingin Anda lakukan di dalamnya.
Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan Anda atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin Anda publikasikan.
Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu Anda memulai:
Mengapa Anda memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis jurnal pribadi?
Topik apa yang ingin Anda tulis?
Siapa yang ingin Anda jangkau melalui blog Anda?
Jika Anda berhasil menulis blog dengan lancar sepanjang tahun depan, apa yang ingin Anda raih?
Tidak ada yang mengikat Anda. Salah satu hal yang menakjubkan tentang blog adalah perubahannya yang terus menerus seiring kita belajar, tumbuh, dan berinteraksi satu sama lain. Namun Anda sebaiknya mengetahui tempat dan alasan memulai, dan mengartikulasikan target Anda mungkin dapat memberikan beberapa ide lain untuk pos Anda.
Tidak tahu cara memulai? Tuliskan saja hal pertama yang muncul di kepala. Anne Lamott, pengarang buku tentang menulis yang kita suka, berkata bahwa Anda harus merelakan diri untuk menulis “konsep pertama yang jelek”. Tidak usah malu. Apa yang dikatakan Anne sangat bagus — mulai menulis saja dulu, dan sunting nanti jika tulisan sudah selesai.
Saat sudah siap memublikasikan, berikan tiga sampai lima tag pada pos yang menjelaskan fokus blog Anda, apakah itu tentang menulis, fotografi, fiksi, pengasuhan anak, makanan, mobil, film, olahraga, apa saja. Tag ini akan memudahkan orang lain yang tertarik dengan topik Anda menemukan Anda di Pembaca. Pastikan salah satu tagnya “zerotohero” agar blogger baru lainnya dapat menemukan Anda juga.